Minggu, 20 Desember 2015

Poros Maritim Dunia Yang Mulai Semakin Tampak Jelas Terlihat (Pelindo III)

Back to the beat back to the song, hehe

Ini adalah tulisan kedua saya ,topiknya masih sama yaitu mengenai Pelindo III sebagai poros maritim dunia, naunn pada saat anda membaca tulisan kedua saya ini, saya yakin anda akan merasakan sensasi lain kali ini, dimana anda akan menyadari ada sesuatu yang berbeda meski dengan topik dan isi yang hampir sama. Seperti buah, jika ditulisan pertama anda menjumpai kulit buah, di tulisan kedua ini anda akan dapat merasakan manisnya rasa buah dan bentuk dari biji buah tersebut sekaligus. Perbedaan itu disebabkan oleh waktu penulisan dimana tulisan pertama saya tulis sebelum saya mengikuti kegiatan p3yc2015, dan tulisan kedua ini setelah saya mengikuti kegiatan p3yc2015. Oiya, sudah tahukah anda apa itu p3yc2015?Pelindo III Youth Camp 2015, yes itulah singkatannya, tapi kalo buat saya sendiri p3yc2015 itu adalah Pengalaman Pengetahuan Pembelajaran Yang Cucok di tahun 2015, yes itu buat saya pribadi sih, kenapa sih artinya seperti itu? Bagaimana tidak, didalam kegiatan p3yc2015 ada banyak bahkan melimpah ruah pengalaman, pengetahuan serta pembelajaran yang menurut saya sangat mahal hargannya, lebih mahal dari biaya yang sudah digelontorkan oleh Pelindo III dalam menyelenggarakan acara ini tentunya. Bagaimana tidak, ini merupakan suatu acara atau ajang yang diselenggarakan oleh Pelindo III dalam rangka memperingati hari ulang tahun Pelindo III yang ke-23,Give a plouse first...,hehe. Ini juga merupakan bentuk  bhaktinya serta bentuk kepeduliannya dalam bidang pendidikan. Saya bukan mahasiswa dari basic Fisip, ilmu komunikasi, jurnalistik ataupun hal-hal yang berbau kehumasan, basic saya adalah clerical, yes admin bisnis adalah basic saya, tapi apalah arti semua basic ilmu, karena saya pribadi penganut segala ilmu, ya karna saya percaya kalau ilmu itu fleksibel dan akan terus berkembang dan berubah, jadi semua disiplin ilmu patut diketahui, kata kak Adinda salah satu tour guide eh..,panita ding “be smart user, jangan handphone aja yang smartpone”setidaknya kata-kata itu yang bisa melekat di salah satu sel didalam otak saya. Mau tau kenapa saya bilang acara ini acara mahal? Bukan karna nominal uangnya lo.,memang sih tidak sedikit jumlah uang yang dikeluarkan oleh Pelindo III, toh mahal dan murahnya nominal uang itu relatif. Gimana tidak sedikit, peserta dari acara ini saja didatangkan beberapa duta atau perwakilan dari beberapa universitas terbaik dari 6 provinsi di seluruh lingkup Pelindo III, give a plouse again for Pelindo III..,diacara yang diselenggarakan selama 3 hari 2 malam tersebut kita dibekali beberapa ilmu mahal, diantaranya :
1.      Yang paling utama dan wajib, *sholat* eh salah focus ding. Maksut saya
Ilmu Kepelabuhan  : Dimana kita diperkenalkan tentang siapa dan apa itu Pelindo III, memeperkenalkan pengetahun kemaritiman kepada generasi muda “the gold generation” *sambil nunjuk diri sendiri* .
IMG_3015.JPG
Sumber : kamera pelindo III
2.      Perkenalan tentang Pelindo III (Profil & Sejarah)
IMG_2756.JPG
Sumber : kamera saya pribadi
3.      Struktural yang ada di Pelindo III (Anak perusahaan dan Cucu Perusahaan)
4.      Proyek dan masterplan  yang sedang digarap oleh Pelindo III.( JIIPE,Teluk Lamong,dll)
5.      Character Building( Outbond, lomba, unjuk kebolehan, keorganisasian, dll).
IMG_3014.JPG
Sumber : kamera pelindo III
6.      Keberagaman Culture,dan masih banyak lagi.

Apakah yang dimakud dengan proyek yang digagas oleh Kabinet Jokowi yang disebut dengan Tol laut? Apa hal pertama yang terlintas dibenak anda saat mendengar kata tol laut? Apakah anda membayangkan suatu jembatan penghubung antar pulau atau antar daratan seperti jembatan Suramadu yang membentang diatas Selat Madura? Tol laut yang dimaksut adalah Poros Maritim Dunia. Ibarat rantai pada suatu sepeda, rantai tersebut terdiri dari lebih dari 1 partikel dan saling berkaitan, ada gear dan tak kalah penting ada sang pengendara. Perumpaan ini mengibaratkan Pelindo I-IV yang saling berkaitan serta gear sebagai perputaran perekonomian dunia serta sang pengendara adalah SDM serta para pihak pemerintahan yang bertugas mengayuh pedal perekonomian dunia tersebut. Sudah cukup jelas saya menggambarkan apa itu Poros Maritim Dunia lengkap beserta dengan perumpamaannya.
Mungkin itu sekilas yang bisa saya sampaikan sebagai pengantar, sebelum saya mengajak anda menyelam lebih dalam lagi tentang tulisan saya yang satu ini.
Bismillahirrohmanirrohim..,

Poros Maritim Dunia Yang Mulai Semakin Tampak Jelas Terlihat (Pelindo III)

Seperti yang kita ketahui bersama bahwa Indonesia merupakan negara Archipelago, persis seperti apa yang dikatakan oleh Bapak Direktur SDM dan Umum Pelindo III, Toto Heliyanto pada pembukaan acara Pelindo III Youth Camp 2015 di Auditorium Bromo Lantai 5 Kantor pusat PT Pelabuhan Indonesia III (PERSERO) tanggal 12 Desember 2015 kemarin. Bagaimana tidak, Indonesia merupakan negara yang terdiri dari gabungan lebih dari 18.000 pulau. Selain negara Archipelago kita juga sudah mengenal nenek moyang kita sebagai seorang pelaut. Lalu, seperti apakah Poros Maritim Dunia yang dimaksutkan? Dan juga apa hubungannya  Pelindo III dengan Poros Maritim Dunia tersebut? Sebelum kita menyelam lebih dalam lagi, marilah terlebih dahulu mengenal apa itu Pelindo III, apa itu Poros Maritim Dunia, dan ada hubungan apa diantara keduanya?
PT Pelabuhan Indonesia III (PERSERO), apa hal pertama yang terlintas dipikiran anda saat mendengar nama perusahaan ini? Apakah anda berpikir soal PELNI? ataukah anda berpikir soal Pelayaran , Kelautan, atau bahkan ada yang berfikir Perkapalan? Baiklah mari kita mulai menyelam bersama dalam kata-kata berikut ini. PT Pelabuhan Indonesia III (PERSERO) yang lebih singkatnya disebut dengan Pelindo III merupakan salah satu perusahaan plat merah yang bergerak pada bidang pelayanan berbagai macam kepelabuhanan, diantaranya ada jasa bongkar muat, jasa terminal pelabuhan, dan banyak jasa pelabuhanan lainnya. Setidaknya itulah gambaran yang bisa saya sampaikan setelah mengikuti kegitan Pelindo III Youth Camp 2015 yang cukup singkat namun penuh dengan makna dan pengalaman super mahal. Pelindo III bukanlah Pelni, bukanlah PT PAL dan bukan perusahaan penangkapan ikan, atau anggapan lainnya, Pelindo III merupakan salah satu perusahaan BUMN yang mampu melebarkan sayapnya dengan apik, terbukti dengan banyaknya proyek-proyek serta anak perusahaan bahkan cucu perusahaan yang berkembang biak dengan baik dan juga berhasil memacu integritas logistic dengan baik.
Berawal dari hari pertama dimana kita diperlihatkan sebuah Terminal Penumpang yang berstandart Internasional yaitu Gapura Surya Nusantara, Terminal penumpang yang layaknya seperti Bandara penerbangan Internasional mewah yang dimiliki negeri ini. Sebagai perusahaan yang bergerak dibidang jasa, kepuasan pelanggan merupakan prioritas Perusahaan. Customer Focus menjadi jiwa dan budaya perusahaan dengan Care dan Integrity yang tinggi. Demikian itu juga merupakan salah satu oleh-oleh dari kegiatan Pelindo III Youth Camp 2015 kemarin adalah kita sebagai mahasiswa-mahasiswi yang merupakan gold generation patut meneruskan beberapa mega plan yang sudah di garap oleh Pelindo III ini. Selain itu, kita juga diperkenankan menghampiri beberapa anak perusahaan dari Pelindo III, salah satunya adalah Terminal Peti Kemas Surabaya yang sekarang telah mempunyai anak perusahaan pula yang bukan lain menjadi cucu dari Pelindo III. Lanjut ke destinasi ke-2 dimana kita diperkenalkan dengan JIIPE, salah satu big project dari Pelindo III yang bermitra dengan beberapa anak perusahaan, proyek ini merupakan salah satu wujud usaha Pelindo III untuk menekan biaya logistic, dimana kita semua ketahui biaya logistic di Indonesia masih terbilang cukup besar jika dibandingkan dengan negara China dan Singapura yang lebih murah. Dimana proyek JIIPE ini menyatukan perumahan dan industri sekaligus dermaga. Proyek yang diadakan dia kawasan Manyar, Gresik ini digadang-gadang sebagai Industri Bintang Lima, setidaknya itu lah hasil yang bisa saya dapatkan setelah membaca majalah DERMAGA. Dimana proyek ini menawarkan berbagai fasilitas lengkapnya dalam pelayanan jasa kepelabuhanan. Bagaimana tidak, disana saya dan teman 6 provinsi lainnya melihat betapa apiknya infrastruktur dan suprastuktur yang telah dibangun oleh Pelindo III ini.
Lanjut pada hari ke-2, lagi-lagi kita dibuat takjub oleh proyek Pelindo III yang satu ini, yaitu Terminal Teluk Lamong (TTL). Dimana seperti yang dikatakan oleh bapak humas Terminal Teluk Lamong yaitu bapak Reka Yusmara Mardiputra, bapak pemandu sekalian bapak pembimbing kita yang dengan sabar menjawab satu per satu dari serbuan pertanyaan peserta p3yc2015. Meski sudah dijelaskan, tidak jarang salah satu dari peserta mengulangi dengan pertanyaan yang sama, karna mungkin salah satu peserta hanyut dalam kecanggihan mesin yang dimiliki Terminal Teluk Lamong ini dan juga tenggelam dalam aktivitas keselfiannya berfoto dengan mesin operasional RTG-nya. Nah, ini lah nama mesin raksasa yang berwarna hijau dan disebut-sebut sebagai masin bongkar muat tercanggih no.4 sedunia. Mesin buatan Finlandia inilah yang menyebabkan Terminal Teluk Lamong dijuluki sebagai Terminal Ghost, bagaimana tidak.. saking canggihnya Terminal Teluk Lamong dan mesin-mesinnya dari kejauhan nampak seperti berjalan sendiri, karena saat saya berada disana jumlah manusia yang ada dilapangan bisa dihiting oleh jari kita. Selain itu, meski Terminal Teluk Lamong yang biasa disingkat TTL ini baru beroperasi beberapa bulan, TTL ini sudah memperlihatkan perkembangan dan kenaikan omset yang lumayan signifikan dan juga baru saya ketahui pula bahwa TTL ini mendapatkan penghargaan meraih Juara II Best IT System, pada kompetisi Indonesia Best e-Corp 2015 yang hasilnya diumumkan di Jakarta, Kamis (26/11). Disisi lain, TTL ini merupak Pelabuhan pertama yang menerapkan konsep Green Port yang diyakini dapat meningkatkan kapasitas dan kinerja bongkar muat Pelabuhan Tanjung Perak di Terminal Teluk Lamong secara komersial.
IMG_3066.JPG
Sumber : kamera pelindo III
            Pada hari terakhir kita diantar oleh Pelindo untuk kembali ke alam, dimana kita diajak untuk melakukan penanaman 2.300 bibit mangrove bersama-sama di pulau galangan. Untuk sampai di lokasi penanaman mangrove yang masih satu lokasi dengan TTL, kita harus menyebrang dengan menggunakan perahu yang berukuran kecil dan sedang. Jumlah 2.300 bibit mangrove yang ditanam disebut-sebut sebagai simbol dari usia Pelindo III yang baru saja memasuki angka 23 tahun.
IMG_3020.JPG
Sumber : kamera iphone 4s saudari Tika
IMG_2835.JPG                                               IMG_3013.JPG
sumber : kamera pribadi (gambar : “roommate” isna & rima)             sumber : kamera Pelindo III (gambar:kelompok BJTI “kekompakan dari penjuru negri”)
IMG_3022.JPG
Sumber : kamera iphone 4s saudari Tika (gambar : idol group from STIAMAK BARUNAWATI Saurabaya)
IMG_2756.JPG

sumber : kamera pribadi ( gambar : jendela kecil pemberian pelindo III guna akses kami mengintip sebagian kecil informasi tentang Pelindo III )