Back to the beat back
to the song, hehe
Ini
adalah tulisan kedua saya ,topiknya masih sama yaitu mengenai Pelindo III
sebagai poros maritim dunia, naunn pada saat anda membaca tulisan kedua saya
ini, saya yakin anda akan merasakan sensasi lain kali ini, dimana anda akan
menyadari ada sesuatu yang berbeda meski dengan topik dan isi yang hampir sama.
Seperti buah, jika ditulisan pertama anda menjumpai kulit buah, di tulisan
kedua ini anda akan dapat merasakan manisnya rasa buah dan bentuk dari biji
buah tersebut sekaligus. Perbedaan itu disebabkan oleh waktu penulisan dimana
tulisan pertama saya tulis sebelum saya mengikuti kegiatan p3yc2015, dan tulisan
kedua ini setelah saya mengikuti kegiatan p3yc2015. Oiya, sudah tahukah anda
apa itu p3yc2015?Pelindo III Youth Camp 2015, yes itulah singkatannya, tapi
kalo buat saya sendiri p3yc2015 itu adalah Pengalaman Pengetahuan Pembelajaran
Yang Cucok di tahun 2015, yes itu buat saya pribadi sih, kenapa sih artinya
seperti itu? Bagaimana tidak, didalam kegiatan p3yc2015 ada banyak bahkan
melimpah ruah pengalaman, pengetahuan serta pembelajaran yang menurut saya
sangat mahal hargannya, lebih mahal dari biaya yang sudah digelontorkan oleh
Pelindo III dalam menyelenggarakan acara ini tentunya. Bagaimana tidak, ini
merupakan suatu acara atau ajang yang diselenggarakan oleh Pelindo III dalam
rangka memperingati hari ulang tahun Pelindo III yang ke-23,Give a plouse first...,hehe.
Ini juga merupakan bentuk bhaktinya
serta bentuk kepeduliannya dalam bidang pendidikan. Saya bukan mahasiswa dari
basic Fisip, ilmu komunikasi, jurnalistik ataupun hal-hal yang berbau
kehumasan, basic saya adalah clerical, yes admin bisnis adalah basic saya, tapi
apalah arti semua basic ilmu, karena saya pribadi penganut segala ilmu, ya
karna saya percaya kalau ilmu itu fleksibel dan akan terus berkembang dan
berubah, jadi semua disiplin ilmu patut diketahui, kata kak Adinda salah satu
tour guide eh..,panita ding “be smart user, jangan handphone aja yang
smartpone”setidaknya kata-kata itu yang bisa melekat di salah satu sel didalam
otak saya. Mau tau kenapa saya bilang acara ini acara mahal? Bukan karna
nominal uangnya lo.,memang sih tidak sedikit jumlah uang yang dikeluarkan oleh
Pelindo III, toh mahal dan murahnya nominal uang itu relatif. Gimana tidak
sedikit, peserta dari acara ini saja didatangkan beberapa duta atau perwakilan dari
beberapa universitas terbaik dari 6 provinsi di seluruh lingkup Pelindo III,
give a plouse again for Pelindo III..,diacara yang diselenggarakan selama 3
hari 2 malam tersebut kita dibekali beberapa ilmu mahal, diantaranya :
1. Yang
paling utama dan wajib, *sholat* eh salah focus ding. Maksut saya
Ilmu Kepelabuhan : Dimana kita diperkenalkan tentang siapa dan
apa itu Pelindo III, memeperkenalkan pengetahun kemaritiman kepada generasi
muda “the gold generation” *sambil nunjuk diri sendiri* .

Sumber : kamera pelindo III
2. Perkenalan
tentang Pelindo III (Profil & Sejarah)

Sumber : kamera saya pribadi
3. Struktural
yang ada di Pelindo III (Anak perusahaan dan Cucu Perusahaan)
4. Proyek
dan masterplan yang sedang digarap oleh
Pelindo III.( JIIPE,Teluk Lamong,dll)
5. Character
Building( Outbond, lomba, unjuk kebolehan, keorganisasian, dll).

Sumber : kamera pelindo III
6. Keberagaman
Culture,dan masih banyak lagi.
Apakah
yang dimakud dengan proyek yang digagas oleh Kabinet Jokowi yang disebut dengan
Tol laut? Apa hal pertama yang terlintas dibenak anda saat mendengar kata tol
laut? Apakah anda membayangkan suatu jembatan penghubung antar pulau atau antar
daratan seperti jembatan Suramadu yang membentang diatas Selat Madura? Tol laut
yang dimaksut adalah Poros Maritim Dunia. Ibarat rantai pada suatu sepeda,
rantai tersebut terdiri dari lebih dari 1 partikel dan saling berkaitan, ada
gear dan tak kalah penting ada sang pengendara. Perumpaan ini mengibaratkan
Pelindo I-IV yang saling berkaitan serta gear sebagai perputaran perekonomian dunia
serta sang pengendara adalah SDM serta para pihak pemerintahan yang bertugas
mengayuh pedal perekonomian dunia tersebut. Sudah cukup jelas saya
menggambarkan apa itu Poros Maritim Dunia lengkap beserta dengan
perumpamaannya.
Mungkin
itu sekilas yang bisa saya sampaikan sebagai pengantar, sebelum saya mengajak
anda menyelam lebih dalam lagi tentang tulisan saya yang satu ini.
Bismillahirrohmanirrohim..,
Poros
Maritim Dunia Yang Mulai Semakin Tampak Jelas Terlihat (Pelindo III)
Seperti
yang kita ketahui bersama bahwa Indonesia merupakan negara Archipelago, persis
seperti apa yang dikatakan oleh Bapak Direktur SDM dan Umum Pelindo III, Toto
Heliyanto pada pembukaan acara Pelindo III Youth Camp 2015 di Auditorium Bromo
Lantai 5 Kantor pusat PT Pelabuhan Indonesia III (PERSERO) tanggal 12 Desember
2015 kemarin. Bagaimana tidak, Indonesia merupakan negara yang terdiri dari
gabungan lebih dari 18.000 pulau. Selain negara Archipelago kita juga sudah
mengenal nenek moyang kita sebagai seorang pelaut. Lalu, seperti apakah Poros
Maritim Dunia yang dimaksutkan? Dan juga apa hubungannya Pelindo III dengan Poros Maritim Dunia
tersebut? Sebelum kita menyelam lebih dalam lagi, marilah terlebih dahulu
mengenal apa itu Pelindo III, apa itu Poros Maritim Dunia, dan ada hubungan apa
diantara keduanya?
PT
Pelabuhan Indonesia III (PERSERO), apa hal pertama yang terlintas dipikiran
anda saat mendengar nama perusahaan ini? Apakah anda berpikir soal PELNI?
ataukah anda berpikir soal Pelayaran , Kelautan, atau bahkan ada yang berfikir
Perkapalan? Baiklah mari kita mulai menyelam bersama dalam kata-kata berikut
ini. PT Pelabuhan Indonesia III (PERSERO) yang lebih singkatnya disebut dengan
Pelindo III merupakan salah satu perusahaan plat merah yang bergerak pada
bidang pelayanan berbagai macam kepelabuhanan, diantaranya ada jasa bongkar
muat, jasa terminal pelabuhan, dan banyak jasa pelabuhanan lainnya. Setidaknya
itulah gambaran yang bisa saya sampaikan setelah mengikuti kegitan Pelindo III
Youth Camp 2015 yang cukup singkat namun penuh dengan makna dan pengalaman
super mahal. Pelindo III bukanlah Pelni, bukanlah PT PAL dan bukan perusahaan
penangkapan ikan, atau anggapan lainnya, Pelindo III merupakan salah satu
perusahaan BUMN yang mampu melebarkan sayapnya dengan apik, terbukti dengan
banyaknya proyek-proyek serta anak perusahaan bahkan cucu perusahaan yang berkembang
biak dengan baik dan juga berhasil memacu integritas logistic dengan baik.
Berawal
dari hari pertama dimana kita diperlihatkan sebuah Terminal Penumpang yang
berstandart Internasional yaitu Gapura Surya Nusantara, Terminal penumpang yang
layaknya seperti Bandara penerbangan Internasional mewah yang dimiliki negeri
ini. Sebagai perusahaan yang bergerak dibidang jasa, kepuasan pelanggan
merupakan prioritas Perusahaan. Customer Focus menjadi jiwa dan budaya
perusahaan dengan Care dan Integrity yang tinggi. Demikian itu juga merupakan
salah satu oleh-oleh dari kegiatan Pelindo III Youth Camp 2015 kemarin adalah
kita sebagai mahasiswa-mahasiswi yang merupakan gold generation patut
meneruskan beberapa mega plan yang sudah di garap oleh Pelindo III ini. Selain
itu, kita juga diperkenankan menghampiri beberapa anak perusahaan dari Pelindo
III, salah satunya adalah Terminal Peti Kemas Surabaya yang sekarang telah
mempunyai anak perusahaan pula yang bukan lain menjadi cucu dari Pelindo III. Lanjut
ke destinasi ke-2 dimana kita diperkenalkan dengan JIIPE, salah satu big
project dari Pelindo III yang bermitra dengan beberapa anak perusahaan, proyek
ini merupakan salah satu wujud usaha Pelindo III untuk menekan biaya logistic,
dimana kita semua ketahui biaya logistic di Indonesia masih terbilang cukup
besar jika dibandingkan dengan negara China dan Singapura yang lebih murah.
Dimana proyek JIIPE ini menyatukan perumahan dan industri sekaligus dermaga.
Proyek yang diadakan dia kawasan Manyar, Gresik ini digadang-gadang sebagai
Industri Bintang Lima, setidaknya itu lah hasil yang bisa saya dapatkan setelah
membaca majalah DERMAGA. Dimana proyek ini menawarkan berbagai fasilitas
lengkapnya dalam pelayanan jasa kepelabuhanan. Bagaimana tidak, disana saya dan
teman 6 provinsi lainnya melihat betapa apiknya infrastruktur dan suprastuktur yang
telah dibangun oleh Pelindo III ini.
Lanjut
pada hari ke-2, lagi-lagi kita dibuat takjub oleh proyek Pelindo III yang satu
ini, yaitu Terminal Teluk Lamong (TTL). Dimana seperti yang dikatakan oleh
bapak humas Terminal Teluk Lamong yaitu bapak Reka Yusmara Mardiputra, bapak
pemandu sekalian bapak pembimbing kita yang dengan sabar menjawab satu per satu
dari serbuan pertanyaan peserta p3yc2015. Meski sudah dijelaskan, tidak jarang
salah satu dari peserta mengulangi dengan pertanyaan yang sama, karna mungkin
salah satu peserta hanyut dalam kecanggihan mesin yang dimiliki Terminal Teluk
Lamong ini dan juga tenggelam dalam aktivitas keselfiannya berfoto dengan mesin
operasional RTG-nya. Nah, ini lah nama mesin raksasa yang berwarna hijau dan
disebut-sebut sebagai masin bongkar muat tercanggih no.4 sedunia. Mesin buatan
Finlandia inilah yang menyebabkan Terminal Teluk Lamong dijuluki sebagai
Terminal Ghost, bagaimana tidak.. saking canggihnya Terminal Teluk Lamong dan
mesin-mesinnya dari kejauhan nampak seperti berjalan sendiri, karena saat saya
berada disana jumlah manusia yang ada dilapangan bisa dihiting oleh jari kita.
Selain itu, meski Terminal Teluk Lamong yang biasa disingkat TTL ini baru
beroperasi beberapa bulan, TTL ini sudah memperlihatkan perkembangan dan
kenaikan omset yang lumayan signifikan dan juga baru saya ketahui pula bahwa
TTL ini mendapatkan penghargaan meraih Juara II
Best IT System, pada kompetisi Indonesia Best e-Corp 2015 yang hasilnya
diumumkan di Jakarta, Kamis (26/11). Disisi lain, TTL ini merupak Pelabuhan pertama
yang menerapkan konsep Green Port yang diyakini dapat meningkatkan
kapasitas dan kinerja bongkar muat Pelabuhan Tanjung Perak di Terminal Teluk
Lamong secara komersial.

Sumber
: kamera pelindo III
Pada hari terakhir kita diantar oleh Pelindo untuk
kembali ke alam, dimana kita diajak untuk melakukan penanaman 2.300 bibit
mangrove bersama-sama di pulau galangan. Untuk sampai di lokasi penanaman
mangrove yang masih satu lokasi dengan TTL, kita harus menyebrang dengan
menggunakan perahu yang berukuran kecil dan sedang. Jumlah 2.300 bibit mangrove
yang ditanam disebut-sebut sebagai simbol dari usia Pelindo III yang baru saja
memasuki angka 23 tahun.

Sumber
: kamera iphone 4s saudari Tika

sumber : kamera pribadi
(gambar : “roommate” isna & rima) sumber : kamera Pelindo III (gambar:kelompok
BJTI “kekompakan dari penjuru negri”)

Sumber : kamera iphone 4s saudari Tika (gambar :
idol group from STIAMAK BARUNAWATI Saurabaya)

sumber : kamera pribadi ( gambar : jendela kecil
pemberian pelindo III guna akses kami mengintip sebagian kecil informasi
tentang Pelindo III )